Border Gateway Protocol disingkat BGP adalah inti dari protokol routing Internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan Internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari Internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan. BGP dijelaskan dalam RFC 4271.
Tampilkan postingan dengan label router. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label router. Tampilkan semua postingan
Rabu, Januari 19, 2011
OSPF (Open Shortest Path First)
OSPF
Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah routing protokol standar terbuka yang telah di implementasikan oleh sejumlah besar vendor jaringan.
RIP (Routing Information Protocol)
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988).
Jumat, Desember 03, 2010
Sekilas Tentang RB800 Wireless Router
Setelah munculnya beberapa routerboard mikrotik yang low-end kini mikrotik kembali memunculkan sebuah varian baru berupa routerboard yang hight-end yang diberi kode RB800. berikut sekilas tentang RB800, semoga bermanfaat
Load Balance MikroTik dengan metode PCC
Load Balance MikroTik adalah membagi beban trafik ke beberapa jalur sehingga seimbang, membuat trafik berjalan normal, memaksimalkan troughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.
Selasa, Maret 02, 2010
Wireless Outdoor RB433 (2 bh AP ABG)
Routerboard RB433 (300MHz Atheros CPU, 64MB DDR RAM, 64MB NAND Storage) dengan RouterOS (Level 4 CF) dalam kemasan kotak outdoor, dengan 1 (satu) ethernet insulator untuk port ethernet 10/100 dan dua buah wireless minipci R52. Sudah termasuk 1 buah adaptor 24 Volt. |
Detail Barang:
- Routerboard 433 dengan outdoor box
- 1 port ethernet (1 untuk PoE) + 2 port ethernet non PoE
- 3 slot minipci
- 2 buah Atheros MiniPCI Wireless 802.11a+b+g 54Mbps 2.4/5GHz
- 1 Insulator Ethernet
- Power Adaptor 24 V
- Power over Ethernet Spliter
- Pole mounting bracket
- Lisensi Mikrotik RouterOS AP - Level 4/CF
Spesifikasi RB433:
- CPU: 300MHz Atheros CPU
- Memory: 64MB DDR onboard memory chip
- Root loader: RouterBOOT, 1Mbit Flash chip
- Data storage: 64MB onboard NAND memory chip
- Ethernet ports: 3 buah 10/100 Mbit/s Fast Ethernet port supporting Auto-MDI/X
- Serial ports: One DB9 RS232C asynchronous serial port
- LEDs: Power, user LED
- Watchdog: IDT internal SoC hardware watchdog timer
- Power options: Power over Ethernet: 10..28V DC (except power over datalines); Power jack: 10..28V DC; Overvoltage protection
- Dimensions: 150mm x 105mm (5.90 in x 4.13 in)
- Temperature: Operational: -20°C to +70°C (-4°F to 158°F)
- Humidity: Operational: 70% relative humidity (non-condensing)
- Currently supported OS: RouterOS
Senin, Maret 01, 2010
Wireless Outdoor RB433 (1 bh AP ABG)
Routerboard RB433 (300MHz Atheros CPU, 64MB DDR RAM, 64MB NAND Storage) dengan RouterOS (Level 4 CF) dalam kemasan kotak outdoor, dengan 1 (satu) ethernet insulator untuk port ethernet 10/100 dan satu buah wireless minipci R52. Sudah termasuk 1 buah adaptor 24 Volt. |
Detail Barang:
- Routerboard 433 dengan outdoor box
- 1 port ethernet (1 untuk PoE) + 2 port ethernet non PoE
- 3 slot minipci
- 1 buah Atheros MiniPCI Wireless 802.11a+b+g 54Mbps 2.4/5GHz
- 1 Insulator Ethernet
- Power Adaptor 24 V
- Power over Ethernet Spliter
- Pole mounting bracket
- Lisensi Mikrotik RouterOS AP - Level 4/CF
Spesifikasi RB433:
- CPU: 300MHz Atheros CPU
- Memory: 64MB DDR onboard memory chip
- Root loader: RouterBOOT, 1Mbit Flash chip
- Data storage: 64MB onboard NAND memory chip
- Ethernet ports: 3 buah 10/100 Mbit/s Fast Ethernet port supporting Auto-MDI/X
- Serial ports: One DB9 RS232C asynchronous serial port
- LEDs: Power, user LED
- Watchdog: IDT internal SoC hardware watchdog timer
- Power options: Power over Ethernet: 10..28V DC (except power over datalines); Power jack: 10..28V DC; Overvoltage protection
- Dimensions: 150mm x 105mm (5.90 in x 4.13 in)
- Temperature: Operational: -20°C to +70°C (-4°F to 158°F)
- Humidity: Operational: 70% relative humidity (non-condensing)
- Currently supported OS: RouterOS
Kamis, Februari 11, 2010
Spesifikasi RB450
| Routerboard RB450 (300MHz Atheros CPU, 32MB DDR RAM, 64MB NAND Storage) dengan RouterOS (Level 4 ) dalam kemasan kotak indoor yang ringkas, dengan 5 (lima) buah port ethernet 10/100. Tidak bisa dipasangkan wireless card. Sudah termasuk 1 buah adaptor 24 Volt. |
Spesifikasi RB450:
- CPU: 300MHz Atheros CPU
- Memory: 32MB DDR onboard memory chip
- Root loader: RouterBOOT, 1Mbit Flash chip
- Data storage: 64MB onboard NAND memory chip
- Ethernet ports: 5 buah 10/100 Mbit/s Fast Ethernet port supporting Auto-MDI/X
- Serial ports: One DB9 RS232C asynchronous serial port
- LEDs: Power, user LED
- Watchdog: IDT internal SoC hardware watchdog timer
- Power options: Power over Ethernet: 10..28V DC (except power over datalines); Power jack: 10..28V DC; Overvoltage protection
- Dimensions: 150mm x 105mm (5.90 in x 4.13 in)
- Temperature: Operational: -20°C to +70°C (-4°F to 158°F)
- Humidity: Operational: 70% relative humidity (non-condensing)
- Currently supported OS: RouterOS
Spesifikasi RB450 G
| Routerboard RB450 (680MHz Atheros CPU, 256MB DDR RAM, 512MB NAND Storage) dengan RouterOS (Level 4) dalam kemasan kotak indoor yang ringkas, 5 (lima) buah port gigabit 10/100/1000, dan slot mikro-SD. Tidak bisa dipasangkan wireless card. Sudah termasuk 1 buah adaptor 24 Volt. |
Spesifikasi RB450G:
- CPU: AR7161 680 MHz Atheros CPU
- Memory: 256MB DDR onboard memory chip
- Root loader: RouterBOOT, 1Mbit Flash chip
- Data storage: 512MB onboard NAND memory chip
- Ethernet ports: 5 buah 10/100/1000 Mbit/s Gigabit Ethernet port supporting Auto-MDI/X
- Serial ports: One DB9 RS232C asynchronous serial port
- LEDs: Power, user LED
- Watchdog: IDT internal SoC hardware watchdog timer
- Power options: Power over Ethernet: 18..28V DC (except power over datalines); Power jack: 10..28V DC; Overvoltage protection
- Dimensions: 116mm x 90mm
- Currently supported OS: RouterOS
Rabu, Februari 10, 2010
Spesifikasi RB1000 1U Rackmount
RB1000 adalah router buatan Mikrotik dengan processor tercepat dari seluruh produk yang pernah dibuat. Dilengkapi dengan 4 buah Gigabit Ethernet dan casing 19" 1U rackmount. Termasuk lisensi Mikrotik RouterOS Level 6!
CPU: PPC8547 1333MHz network processor
Memory: SODIMM DDR Slot, 512MB installed
Boot loader: RouterBOOT, 1Mbit Flash chip
Data storage: Onboard NAND memory chip
Ethernet: Four 10/100/1000 Mbit/s Gigabit Ethernet with Auto-MDI/X
miniPCI: none
Compact Flash: Two CompactFlash slot (TrueIDE Microdrive supported)
Serial port: One DB9 RS232C asynchronous serial port
Beeper: Present
Power options: Power jack: 12V DC (includes power supply)
Fan: Dual fan with failover support
Case: Desktop case included
Operating System: MikroTik RouterOS v3, Level6 license
Selasa, Februari 09, 2010
Spesifikasi RB 750 G
RB750G adalah produk routerboard yang sangat mungil dan diperuntukkan bagi penggunaan SOHO. Memiliki 5 buah port gigabit ethernet 10/100/1000, dengan prosesor baru Atheros 680/800MHz. Sudah termasuk dengan lisensi level 4 dan adaptor 12V.
Spesifikasi Produk
CPU: AR7161 680/800MHz CPU
Memory: 32MB DDR SDRAM onboard memory
Boot loader: RouterBOOT
Data storage: 64MB onboard NAND memory chip
Ethernet: Five 10/100/1000 gigabit ethernet ports (with switch chip)
miniPCI: none
Extras: Reset switch, Beeper
Serial port: no serial port
LEDs: Power, NAND activity, 5 Ethernet LEDs
Power options: Power over Ethernet: 9-28V DC (except power over datalines). Power jack: 9.28V DC
Dimensions: 113x89x28mm. Weight without packaging and cables: 130g
Power consumption: Up to 3W
Operating System: MikroTik RouterOS v3, Level4 license
Kamis, Februari 04, 2010
Spesifikasi RB 750
RB750 adalah produk routerboard yang sangat mungil dan diperuntukkan bagi penggunaan SOHO. Memiliki 5 buah port ethernet 10/100, dengan prosesor baru Atheros 400MHz. Sudah termasuk dengan lisensi level 4 dan adaptor 12V.
Spesifikasi Produk
CPU: AR7240 300MHz (overclock up to 400MHz) CPU
Memory: 32MB DDR SDRAM onboard memory
Boot loader: RouterBOOT
Data storage: 64MB onboard NAND memory chip
Ethernet: Five 10/100 ethernet ports (with switch chip)
miniPCI: none
Extras: Reset switch, Beeper
Serial port: no serial port
LEDs: Power, NAND activity, 5 Ethernet LEDs
Power options: Power over Ethernet: 9-28V DC (except power over datalines). Power jack: 9.28V DC
Dimensions: 113x89x28mm. Weight without packaging and cables: 130g
Power consumption: Up to 3W
Operating System: MikroTik RouterOS v3, Level4 license
sumber : http://infokomputer.com
Senin, Januari 25, 2010
Membuat POE sederhana untuk Wifi Access Point
POE atau Power Over Ethernet digunakan untuk mengalirkan arus listrik ke perangkat seperti Wifi Access Point yang Outdoor. Biasanya sebuah AP sudah dilengkapi dengan POE khusus dari pembuatnya. Tetapi jika kita memodifikasi AP Indoor diletakkan di Outdoor, tentu saja AP Indoor tidak dilengkapi dengan POE. Bisa anda bayangkan bagaimana membuat kabel listrik yang ditarik sampai keatas tower. Belum lagi resiko yang ditimbulkan oleh listrik.
Berbagai Level Router OS dan Kemampuannya
Mikrotik RouterOS hadir dalam berbagai level. Tiap level memiliki kemampuannya masing-masing, mulai dari level 3, hingga level 6. Secara singkat, level 3 digunakan untuk router berinterface ethernet, level 4 untuk wireless client atau serial interface, level 5 untuk wireless AP, dan level 6 tidak mempunyai limitasi apapun.
Kamis, Desember 31, 2009
Cara Kerja RIP
Proses RIP beroperasi dari port 520 UDP; semua pesan RIP di enkapsulasi dalam sebuah segment UDP dengan kedua port source dan destination di set 520. RIP mendefinisikan 2 jenis pesan (message): Request messages dan Response messages. Request message digunakan untuk meminta router neighbor mengirimkan update. Response message membawa update. Metric yang digunakan oleh RIP adalah hop count, dengan 1 menandakan network yang terhubung langsung (directly connected) dan 16 menandakan network unreachable.
Pada saat pertama kali aktif, RIP mem-broadcast keluar sebuah paket yang membawa Request message melalui semua interface yang mengenable RIP. Proses RIP kemudian memasuki fase mendengarkan Request RIP atau mengirimkan Response message. Neighbor yang menerima pesan Request akan mengirimkan Response yang berisi tabel routing mereka.
Ketika router yang merequest menerima Response message, router akan memproses informasi yang ada didalamnya. Jika terdapat entri route tertentu yang belum dikenali, maka router akan memasukkannya kedalam tabel routing beserta address dari router yang meng-advertise paket. Jika terdapat entri route yang ternyata sudah ada didalam tabel routing, maka entri yang sudah ada akan digantikan hanya jika entri route yang baru memiliki hop count yang lebih rendah. Jika hop count yang baru lebih tinggi daripada hop count yang telah tersimpan dan paket update berasal dari router next-hop yang tersimpan dalam tabel, maka entri route akan ditandai sebagai unreachable selama waktu yang terdapat dalam holddown period. Jika holddown period telah berakhir dan neighbor yang sama masih tetap meng-advertise entri dengan hop count yang lebih tinggi tersebut, maka metric yang baru (yang lebih tinggi) akan diterima.

Pada saat pertama kali aktif, RIP mem-broadcast keluar sebuah paket yang membawa Request message melalui semua interface yang mengenable RIP. Proses RIP kemudian memasuki fase mendengarkan Request RIP atau mengirimkan Response message. Neighbor yang menerima pesan Request akan mengirimkan Response yang berisi tabel routing mereka.
Ketika router yang merequest menerima Response message, router akan memproses informasi yang ada didalamnya. Jika terdapat entri route tertentu yang belum dikenali, maka router akan memasukkannya kedalam tabel routing beserta address dari router yang meng-advertise paket. Jika terdapat entri route yang ternyata sudah ada didalam tabel routing, maka entri yang sudah ada akan digantikan hanya jika entri route yang baru memiliki hop count yang lebih rendah. Jika hop count yang baru lebih tinggi daripada hop count yang telah tersimpan dan paket update berasal dari router next-hop yang tersimpan dalam tabel, maka entri route akan ditandai sebagai unreachable selama waktu yang terdapat dalam holddown period. Jika holddown period telah berakhir dan neighbor yang sama masih tetap meng-advertise entri dengan hop count yang lebih tinggi tersebut, maka metric yang baru (yang lebih tinggi) akan diterima.
pengertian BGP (Border Gateway Protokol)
Border Gateway Protokol (BGP) merupakan salah satu jenis routing protokol yang digunakan untuk koneksi antar Autonomous System (AS), dan salah satu jenis routing protokol yang banyak digunakan di ISP besar (Telkomsel) ataupun perbankan. BGP termasuk dalam kategori routing protokol jenis Exterior Gateway Protokol (EGP).
Dengan adanya EGP, router dapat melakukan pertukaran rute dari dan ke luar jaringan lokal Auotonomous System (AS). BGP mempunyai skalabilitas yang tinggi karena dapat melayani pertukaran routing pada beberapa organisasi besar. Oleh karena itu BGP dikenal dengan routing protokol yang sangat rumit dan kompleks.
Karakteristik BGP
1. Menggunakan algoritma routing distance vektor.Algoritma routing distance vector secara periodik menyalin table routing dari router ke router. Perubahan table routing di update antar router yang saling berhubungan pada saat terjadi perubahan topologi.
2. Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client.
3. Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system.
4. BGP adalah Path Vector routing protocol.Dalam proses menentukan rute-rute terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang didapatnya dari router BGP yang lainnya.
5. Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port nomor 179.
6. Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik.
7. Metrik (atribut) untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat dimodifikasi dengan fleksibel.
8. BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat prefiks-prefiks routing yang diterimanya dari router BGP lain
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Sumber:
* http://sizcanov.blogspot.com/2009/06/border-gateway-protokol-bgp.html

Dengan adanya EGP, router dapat melakukan pertukaran rute dari dan ke luar jaringan lokal Auotonomous System (AS). BGP mempunyai skalabilitas yang tinggi karena dapat melayani pertukaran routing pada beberapa organisasi besar. Oleh karena itu BGP dikenal dengan routing protokol yang sangat rumit dan kompleks.
Karakteristik BGP
1. Menggunakan algoritma routing distance vektor.Algoritma routing distance vector secara periodik menyalin table routing dari router ke router. Perubahan table routing di update antar router yang saling berhubungan pada saat terjadi perubahan topologi.
2. Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client.
3. Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system.
4. BGP adalah Path Vector routing protocol.Dalam proses menentukan rute-rute terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang didapatnya dari router BGP yang lainnya.
5. Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port nomor 179.
6. Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik.
7. Metrik (atribut) untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat dimodifikasi dengan fleksibel.
8. BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat prefiks-prefiks routing yang diterimanya dari router BGP lain
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Sumber:
* http://sizcanov.blogspot.com/2009/06/border-gateway-protokol-bgp.html
Sabtu, November 14, 2009
Membuat Router Dynamic & konfigurasi RIP
untuk membuat router dinamis (dynamic router), lang awalnya cih sama dengan router statis....yaitu kita harus setting interface nya....
yang berbeda itu hanya pada saat konfigurasasinya. setelah Interfacenya sudah di setting, maka kita lanjutkan dengan konfigurasi RIPnya:
Gunakan perintah :
debian:/# mc
Kemudian masuk direktory /etc/quagga/ .
Lalu tekan Tab. dan masuk direktory /usr/share/doc/quagga/examples.
Dan copykan zebra.c~.sample dan ripd.co~.sample di direktory /etc/quagga/ dengan cara tekan F5 lalu enter.
Setelah itu, aktifkan daemons ;
Tekan F4, lalu ganti tulisan=no pada zebra dan ripd dengan tulisan=yes.
Lalu tekan F2 untuk menyimpan.
Kemudian keluar dari mc , tekan F10
Masuk pada root anda.
Lalu masuk direktori /etc/quagga/. :
copy zebra.conf dan ripd.conf dengan perintah :
debian:/etc/quaqqa#cp zebra.conf.sample zebra.conf
debian:/etc/quagga#cp ripd.conf.sample ripd.conf
Lalu restart dengan perintah :
debian:/# /etc/init.d/quagga restart (tunggu beberapa menit)
Kemudian konfigurasikan router dengan protokol RIP :
ketik: $ telnet localhost 2602(tunggu sampai ada tulisan di bawah ini)
Trying ::1...
telnet: connect to address ::1: Connection refused
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.localdomain.
Escape character is '^]'.
Hello, this is zebra (version 0.95a).
Copyright 1996-2004 Kunihiro Ishiguro.
User Access Verification
Masukkan password zebra (pada tulisan dibawah ini)
Password:
ketik enable (seperti di bawah ini)
ripd> enable
Password:
ripd#
Mendistribusikan network-network yang dimiliki router. Pada router saya, ada 2 interface, maka saya hanya mendefinisikan 2 network yang terhubung dengan router saya. Ketikkan perintah configure teminal, kemudian router rip
ketik conf t (seperti di bawah ini)
ripd# conf t
ketik router rip
ripd(config)# router ripd
ripd(config-router)#
mendistribusikan network, ketikkan perintah network 192.168.20.0/24 yang kita peroleh dan ketikan perintah network 192.168.23.0/24 untuk kita berikan pada router lain
masukkan alamat ip kamu sendiri dan ip client anda seperti:
ripd(config-router)# network 192.168.20.0/24
ripd(config-router)# network 192.168.23.0/24
ripd(config-router)# tekan ctrl+z
ripdd#
Untuk melihat konfigurasi yang telah dibuat ketikkan show running-config
ripd# show running-config
Simpan konfigurasi rip yang telah dibuat dengan perintah write memory atau copy running-config startup-config
ripd# copy running-config startup-config
Sudah dech langkah2 konfigurasinya, jadi tinggal nyoba aja dengan mengetest conectisitasnya(ping 192.168.23.1 dll)

yang berbeda itu hanya pada saat konfigurasasinya. setelah Interfacenya sudah di setting, maka kita lanjutkan dengan konfigurasi RIPnya:
Gunakan perintah :
debian:/# mc
Kemudian masuk direktory /etc/quagga/ .
Lalu tekan Tab. dan masuk direktory /usr/share/doc/quagga/examples.
Dan copykan zebra.c~.sample dan ripd.co~.sample di direktory /etc/quagga/ dengan cara tekan F5 lalu enter.
Setelah itu, aktifkan daemons ;
Tekan F4, lalu ganti tulisan=no pada zebra dan ripd dengan tulisan=yes.
Lalu tekan F2 untuk menyimpan.
Kemudian keluar dari mc , tekan F10
Masuk pada root anda.
Lalu masuk direktori /etc/quagga/. :
copy zebra.conf dan ripd.conf dengan perintah :
debian:/etc/quaqqa#cp zebra.conf.sample zebra.conf
debian:/etc/quagga#cp ripd.conf.sample ripd.conf
Lalu restart dengan perintah :
debian:/# /etc/init.d/quagga restart (tunggu beberapa menit)
Kemudian konfigurasikan router dengan protokol RIP :
ketik: $ telnet localhost 2602(tunggu sampai ada tulisan di bawah ini)
Trying ::1...
telnet: connect to address ::1: Connection refused
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.localdomain.
Escape character is '^]'.
Hello, this is zebra (version 0.95a).
Copyright 1996-2004 Kunihiro Ishiguro.
User Access Verification
Masukkan password zebra (pada tulisan dibawah ini)
Password:
ketik enable (seperti di bawah ini)
ripd> enable
Password:
ripd#
Mendistribusikan network-network yang dimiliki router. Pada router saya, ada 2 interface, maka saya hanya mendefinisikan 2 network yang terhubung dengan router saya. Ketikkan perintah configure teminal, kemudian router rip
ketik conf t (seperti di bawah ini)
ripd# conf t
ketik router rip
ripd(config)# router ripd
ripd(config-router)#
mendistribusikan network, ketikkan perintah network 192.168.20.0/24 yang kita peroleh dan ketikan perintah network 192.168.23.0/24 untuk kita berikan pada router lain
masukkan alamat ip kamu sendiri dan ip client anda seperti:
ripd(config-router)# network 192.168.20.0/24
ripd(config-router)# network 192.168.23.0/24
ripd(config-router)# tekan ctrl+z
ripdd#
Untuk melihat konfigurasi yang telah dibuat ketikkan show running-config
ripd# show running-config
Simpan konfigurasi rip yang telah dibuat dengan perintah write memory atau copy running-config startup-config
ripd# copy running-config startup-config
Sudah dech langkah2 konfigurasinya, jadi tinggal nyoba aja dengan mengetest conectisitasnya(ping 192.168.23.1 dll)
Kamis, November 12, 2009
Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Router
A. Routing Information Protocol (RIP)
Routed protocol digunakan untuk user traffic secara langsung. Routed protocol menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannya untuk melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke host yang lain berdasarkan alamatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




