Tampilkan postingan dengan label redhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label redhat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 06, 2010

Perintah dasar linux RedHat 9.0


chgrp



Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan kelompok file atau direktori. Misalnya untuk memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat mengakses suatu file. Sintaks penulisannya adalah sbb:



# chgrp



chmod



Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu:







1. r untuk read,



2. w untuk write, dan



3. x untuk execute.



Dengan menggunakan letter coding, Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.



Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group, perintahnya adalah:



$ chmod ug+rx coba1



Untuk mencabut ijin-ijin tersebut:



$ chmod ug-rx coba1



Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute).



Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner, perintahnya adalah:



$ chmod 700 coba2



Contoh lain, untuk memberi ijin baca(4) dan tulis(2) file coba3 kepada user, baca(4) saja kepada group dan other, perintahnya adalah:



$ chmod 644 coba3



Perhatian: Jika Anda hosting di server berbasis Linux, perintah ini sangat penting sekali bagi keamanan data Anda. Saya sarankan semua direktori yang tidak perlu Anda tulis di chmod 100 (jika Apache jalan sebagai current user (Anda)) atau di chmod 501 jika Apache jalan sebagai www-data atau nobody (user lain).



chown



Merubah user ID (owner) sebuah file atau direktori



$ chown





fg



Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di foreground. Lihat juga perintah bg diatas.



find



Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. Misalnya akan dicari semua file yang berakhiran .doc di current direktori serta tampilkan hasilnya di layar:



$ find . -name *.doc -print



Contoh hasil:



. /public/docs/account.doc



. /public/docs/balance.doc



. /public/docs/statistik/prospek.doc



./public/docs/statistik/presconf.doc





gzip



ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana:



$ gzip



Walaupun demikian Anda bisa memberikan parameter tertentu bila memerlukan kompresi file yang lebih baik, silakan melihat manual page-nya. Lihat juga file tar, unzip dan zip.



halt



Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh super useratau Anda harus login sebagai root. Perintah ini untuk memberitahu kernel supaya mematikan sistem atau shutdown.



hostname



Untuk menampilkan host atau domain name sistem dan bisa pula digunakan untuk mengesset nama host sistem.



Contoh pemakaian:



[user@localhost mydirectoryname] $ hostname



localhost.localdomain





less



Fungsinya seperti perintah more.



login



Untuk masuk ke sistem dengan memasukkan login ID atau dapat juga digunakan untuk berpindah dari user satu ke user lainnya.



logout



Untuk keluar dari sistem.





man



Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.



$ man



mesg



Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan write atau talk.



$ mesg y atau mesg n



Gunakan mesg n bila Anda tidak ingin diganggu dengan tampilan pesan-pesan dari user lain.





more



Mempaging halaman, seperti halnya less







pwd



Print working directory, atau untuk menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang berada.







shutdown



Perintah ini untuk mematikan sistem, seperti perintah halt. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del.



su



Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.





talk



Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya.



tar



Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip tersebut sering disebut sebagai file tar. Sintaknya sebagai berikut:



$ tar



Contoh:



$ tar -czvf namaFile.tar.gz /nama/direktori/*



Perintah di atas digunakan untuk memasukkan semua isi direktori, lalu dikompres dengan format tar lalu di zip dengan gzip, sehingga menghasilkan sebuah file bernama namaFile.tar.gz



$ tar -xzvf namaFile.tar.gz



Perintah di atas untuk mengekstrak file namaFile.tar.gz



umount



Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktori yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan.



# umount



unalias



Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan diatas, gunakan perintah:



$ unalias dir



unzip



Digunakan untuk mengekstrak atau menguraikan file yang dikompres dengan zip. Sintaknya sederhana dan akan mengekstrak file yang anda tentukan:







$ unzip



Lihat juga perintah-perintah gzip dan unzip.



wall



Mengirimkan pesan dan menampilkannya di terminal tiap user yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan.



# wall Dear, everyone….. segera simpan pekerjaan kalian, server akan saya matikan 10 menit Sekilas Tentang Command Line



Seperti halnya bila kita mengetikkan perintah di DOS, command line atau baris perintah di Linux juga diketikkan di prompt dan diakhiri dengan menekan tombol Enter pada keyboard untuk mengeksekusi perintah tersebut.



Baris perintah merupakan cara yang lebih efisien untuk melakukan sesuatu pekerjaan. Oleh karena itu pemakai Linux tetap mengandalkan cara ini untuk bekerja. Sebaiknya pemula juga harus mengetahui dan sedikitnya pernah menggunanakan perintah baris ini karena suatu saat pengetahuan akan perintah-perintah ini bisa sangat diperlukan.







Berikut akan dijelaskan beberapa perintah dasar yang mungkin kelak akan sering digunakan terutama oleh para pemula. Perhatian: pengetahuan akan perintah-perintah yang lain akan segera bertambah seiring dengan kemajuan Anda menguasai sistem operasi Linux ini.

Sekilas Tentang Command Line



Seperti halnya bila kita mengetikkan perintah di DOS, command line atau baris perintah di Linux juga diketikkan di prompt dan diakhiri dengan menekan tombol Enter pada keyboard untuk mengeksekusi perintah tersebut.



Baris perintah merupakan cara yang lebih efisien untuk melakukan sesuatu pekerjaan. Oleh karena itu pemakai Linux tetap mengandalkan cara ini untuk bekerja. Sebaiknya pemula juga harus mengetahui dan sedikitnya pernah menggunanakan perintah baris ini karena suatu saat pengetahuan akan perintah-perintah ini bisa sangat diperlukan.







Berikut akan dijelaskan beberapa perintah dasar yang mungkin kelak akan sering digunakan terutama oleh para pemula. Perhatian: pengetahuan akan perintah-perintah yang lain akan segera bertambah seiring dengan kemajuan Anda menguasai sistem operasi Linux ini.



Penjelasan masing-masing perintah akan dipersingkat saja dan untuk mengetahui lebih detail lagi fungsi-fungsi suatu perintah, Anda dapat melihat manualnya, misalnya dengan mengetikkan perintah man:



man adalah perintah untuk menampilkan manual dari suatu perintah. Cara untuk menggunakannya adalah dengan mengetikkan man diikuti dengan perintah yang ingin kita ketahui manual pemakaiannya.



Contoh:



$ man ls



Perintah di atas digunakan untuk menampilkan bagaimana cara penggunaan perintah ls secara lengkap.



cal



Fungsi : mencetak kalender mulai tahun 0000 s/d 9999



$ cal



November 1998



Su Mo Tu We Th Fr Sa



1234567



8 9 10 11 12 13 14



15 16 17 18 19 20 21



22 23 24 25 26 27 28



29 30



Keterangan : membuat kalender bulan dan tahun yang ditentukan. Bila bulan tidak



disertakan, maka dibuat kalender untuk 1 tahun.

cmp



Fungsi : bandingkan file1 dan file2 serta laporkan perbedaannya.



Format : cmp file1 dan file2



Keterangan : perintah ini tidak akan melaporkan apa-apa jika file tersebut identik



(sama persis), tetapi jika ada perbedaan maka akan dilaporkan seperti berikut ini :



$ cmp coba1 coba2



coba1 coba2 differ: char 45, line 5



artinya file coba1 mempunyai perbedaan dengan file coba2 pada posisi 45 baris ke-5

head



Fungsi : perintah head digunakan untuk menampilkan 10 baris pertama dari suatu file



teks. Jika ingin menampilkan hanya 4 baris pertama maka digunakan perintah :



$ head –4 coba.txt



commands common to all logins



export OPENWINHOME=/usr/openwin



export MINICOM="-c on"



export win/man

history



Fungsi : mencetak perintah-perintah sebelumnya



$ history
more



1 netscape



2 bg



3 ls -l



4 cd syarif



5 ls -l



6 ls -al



7 cd



8 cd



Tidak semua versi UNIX menyediakan perintah ini. Perintah history ini dapat



digunakan untuk mengingat kembali perintah-perintah yang dijalankan sebelumnya.



Perintah ini juga dapat digunakan untuk menjalankan lagi suatu perintah tanpa



mengetik ulang.



Sistem operasi DOS juga menyediakan fasilitas ini yaitu perintah DOSKEY.COM

wc



Fungsi : menghitung jumlah kata, jumlah baris dan jumlah karakter dalam suatu file



Format : wc nama-file



Contoh :



$ wc lpr



15 15 165 lpr -----à file lpr terdiri atas 13 baris,



15 kata dan 165 karakter



&

Perintah & digunakan untuk menjalan perintah di belakang (background) Contoh:



wget http://id.wikibooks.org &



Perintah & dipakai dibelakang perintah lain untuk menjalankannya di background. Apa itu jalan di background? Jalan dibackground maksudnya adalah kita membiarkan sistem untuk menjalankan perintah sendiri tanpa partisipasi kita, dan membebaskan shell/command prompt agar bisa dipergunakan menjalankan perintah yang lain.







alias



Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah. Misalnya bila Anda ingin perintah ls dapat juga dijalankandengan mengetikkan perintah dir, maka buatlah aliasnya sbb:



$ alias dir=ls



Kalau Anda suka dengan tampilan berwarna-warni, cobalah bereksperimen dengan perintah berikut:



$ alias dir=ls -ar –color:always



Untuk melihat perintah-perintah apa saja yang mempunyai nama lain saat itu, cukup ketikkan alias saja (tanpa argumen). Lihat juga perintah unalias.



bg



Untuk memaksa sebuah proses yang dihentikan sementara(suspend) agar berjalan di background. Misalnya Anda sedang menjalankan sebuah perintah di foreground (tanpa diakhiri perintah & dan suatu saat Anda membutuhkan shell tersebut maka Anda dapat memberhentikan sementara perintah tersebut dengan Ctrl-Z kemudian ketikan perintah bg untuk menjalakannya di background. Dengan cara ini Anda telah membebaskan shell tapi tetap mempertahankan perintah lama berjalan di background.



Fungsi masing-masing folder pada ubuntu



Di antaranya adalah:

Home :Tempat menyimpan dokumen seperti my dokument di windows.

Aplication :Tempat Program-program aplikasi sepertin open office dll.

Desktop :Aplikasi program yang ada di monitor.



sumber : http://novatkjsmk3-teknikkomputerjaringan.blogspot.com/

Adsense Indonesia



Kamis, September 10, 2009

instal samba di Redhat 9.0

Aplikasi Samba merupakan aplikasi yang dapat menghubungkan antara OS WINDOWS dengan LINUX. Nah untuk itu, saya akan memberi tahukan caranya. Agar WINDOWS dan LINUX dapat bersatu.... hha7x ;P :D.
Pertama-tama marilah kita klik dahulu Lanjut Membaca"Cara meng-Install Samba Redhat 9" »»

Setelah itu, kita cek dahulu apakah aplikasi Samba tersebut sudah terinstall atau belum.
Untuk mengecek aplikasi samba sudah ter install / belum pada OS Redhat
[root@synatzier home]# rpm -qa |grep samba
samba-common-2.2.7a-7.9.0
samba-client-2.2.7a-7.9.0
samba-2.2.7a-7.9.0
redhat-config-samba-1.0.4-1
[root@synatzier home]#
Jika muncul tampilan di atas berati sudah ter install, tapi jika tidak muncul harus install palikasi samba di redhat anda
langkah install
1. masukkan cd 1 redhat
2. aktifkan cd redhat (masuk pada folder redhat -> rpm)
3. copy file2 dibawah ini pada root
samba-common-2.2.7a-7.9.0
samba-client-2.2.7a-7.9.0
samba-2.2.7a-7.9.0
redhat-config-samba-1.0.4-1
4. masuk terminal aktif di folder root
5. root # rpm -ivh samba-common-2.2.7a-7.9.0
6. root # rpm -ivh samba-client-2.2.7a-7.9.0
7. root # rpm -ivh samba-2.2.7a-7.9.0
8. root # rpm -ivh redhat-config-samba-1.0.4-1
9. cek lagi apakah samba berhasil di install :
[root@synatzier home]# rpm -qa |grep samba
samba-common-2.2.7a-7.9.0
samba-client-2.2.7a-7.9.0
samba-2.2.7a-7.9.0
redhat-config-samba-1.0.4-1
[root@synatzier home]#
10. jika muncul seperti di atas berati berhasil
11. Mengaktifkan samba
[root@synatzier profiles]# service smb start atau restart
Shutting down NMB services: [ OK ]
Shutting down SMB services: [ OK ]
Starting NMB services: [ OK ]
Starting SMB services [ OK ]
[root@synatzier profiles]#
12. Membuat user samba
1. Buat username Linux dengan perintah useradd
[root@synatzier profiles]# useradd tom
[root@synatzier profiles]# ls tom
[root@synatzier profiles]# chown tom tom/
Pembuatan user baru ini tak perlu menggunakan password agar username tersebut tidak dapat
digunakan untuk telnet atau ssh ke server.Penggantian kepemilikan milik tom, yang hanya
dapat diakses oleh user tom.
2. Selanjutnya buat agar user name tersebut tersedia pada Samba server menggunakan perintah
smbadduser seperti dibawah ini:
[root@synatzier profiles]# smbadduser
———————————————————-
[root@synatzier profiles]# smbadduser Natsir:Natsir
Adding: tom to /etc/samba/smbpasswd
Added user Natsir.
———————————————————-
ENTER password for Natsir
New SMB password:
Retype new SMB password:
Password changed for user Natsir.
Password changed for user Natsir.
[root@synatzier profiles]#
Gunakan perintah smbpasswd untuk mengganti password user samba, dan password di sistem
Linux dengan di Server Samba dapat berbeda.
13. Untuk mencoba Samba
a. Aktifkan home
b. pada lokasi : smb://[no ip komputer anda]
c. masukan user : tom
d. masukan password : tom
coba cek apakah berhasil ?
14. untuk menambah folder yang di sharing
Dengan GUI :
a. main menu ->System setting -> server Setting -> samba Server
b. klik add
c. klik browse : pilih folder yang akan di sering
d. beri keterangan folder tersebut
c. klik OK

Kamis, Maret 19, 2009

Instal Linux Redhat 9.0


kali ini saya akan memandu anda untuk menginstal linux Redhat9.0 mode teks.sebelumnya lakukan persiapannya:
1.siapkan cd Redhat 9.0
2.pc
3.coffe dan snack
heheheh.....
langkah yang harus diikuti yaitu:
1.Nyalakan pc masuk ke pengaturan bios,ubah arah BOOTINGnya menjadi CDRoom
2.masukkan CD Linux Redhat 9.0 lalu restart komputer anda
3.saat booting pertama maka akan muncul tampilan awal linux Redhat
4.ketik TEXT lalu tekan ENTER
5.Program LINUX akan muncul informasi adanya CD, dengan konfirmasi CD FOUND? Kita pilih SKIP karena kita anggap CD masih bagus
6.maka akan muncul tampilan WELCOM TO REDHAT LINUX,lalu pilih OK
7.akan tampil LANGUAGE SELECTION,pilih sesuka anda lalu pilih OK
8.maka akan tampil KEYBOARD SELECTION,pilih english ato tergantung detectnya lalu pilih OK
9.muncul tampilan MOUSE SELECTION,pilih Wheel Mouse (PS/2) ato tergantung detectnya lalu pilih OK
10.Muncul tampilan INSTALATION TYPE, kita pilih jenis apa bisa Personal Desktop, WorksStation, Server atau Custom lalu tekan TAB lalu OK. Saya sarankan bila hanya digunakan mode text, yah pilih costum aja.
11.Muncul program partisi DISK PARTITION SETUP dengan pilihan :
AUTO PARTITION >> REMOVE PARTITION >>OK jika tidak ada penting.
DISK DRUID dengan menu [NEW] [DEL] [EDIT] [WRITE] [OK] [ESC], dengan urutan partisi :
/dev/hdd1 2000MB tipe /ext3 jenis /
/dev/hdd2 189MB tipe /ext jenis /
/dev/hdd3 256MB jenis /swap (tergantung ukuran RAM Anda)
12.Muncul BOOT LOADER CONFIGURATION dengan pilihan program GRUP dan LILO.
Kita pilih GRUP lalu tekan TAB dilanjutkan dengan OK.
pilih LEAVE BLANK lalu OK.
biarkan kosong [ ] pada pilihan USE GRUB PASSWD lalu tekan OK.
DEFAULT pada /dev/hdd2 lalu OK.
INSTALL di /dev/hdd (MBR) lalu OK.
13.Muncul FIREWALL CONFIGURATION, sebagai security level kita pilih MEDIUM lalu tekan OK.
14.Muncul LANGUAGE SUPPORT kita cari bahasa INDONESIA tab OK
15.Muncul DEFAULT LANGUAGE kita pilih ENGLISH (USA) lalu OK.
16.Muncul TIME ZONE SELECTION kita pilih ASIA/ JAKARTA lalu tekan OK.
17.Muncul ROOT PASSWORD
18.Muncul PACKAGE GROUP SELECTION, beri tanda [*] dengan tombol SPASI jika akan memilih paket program yang akan di install lalu pilih OK.
19.Muncul INSTALATION TO BEGIN kita pilih OK.
20.Muncul FORMATING HARDISK dengan tampilan yang cepat jika hardisknya masih normal dan akan lama jika hardisk ada masalah.
21.Muncul COPYING FILE dengan proses yang agak cepat.
22.Muncul PACKAGE INSTALATION (Info Progress)NAME : nama program yang di install
SIZE : besarnya ukuran program
SUMMARI : hasilnya
TOTAL : jumlah program terinstal secara keseluruhan
COMPLETED : jumlah yang sudah terinstal
REMAINING : kekurangan program
catatan : - masukan CD 2 dan CD 3 secara bergantian lalu tekan OK.
23.Muncul BOOT DISKET pilih YES atau NO.
24.Muncul VIDEO CARD CONFIGURATION pilih OK atau CHANGE.
25.Muncul MONITOR CONFIGURATION pilih OK atau CHANGE.
26.Muncul X CUSTOMIZATION pilih OK atau CHANGE.
27.CD KELUAR DAN PC melakukan BOOTING ULANG











Photobucket

Rabu, Maret 18, 2009

Routing pada Redhat 9.0



Langkah 1

Minta IP public ke ISP lengkap dengan netmask,broadcast dan dns nya misalnya :
IP: 202.169.227.45
GATEWAY : 202.169.227.1
Nemast: 255.255.255.192
broadcast : 202.169.227.63
DNS1: 202.168.244.3
DNS2: 202.168.244.4


Langkah 2



Menentukan IP local yang akan kita gunakan buat client
IP: 192.168.0.2 - 192.168.0.254
GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
DNS1: 202.168.244.3
DNS2: 202.168.244.4


Langkah 3

Setting IP serv :
[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network
untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.
lalu isi dengan :

NETWORKING=yes
HOSTNAME=serv.domain.com
GATEWAY=202.169.227.1

lalu simpan dengan menekan :wq


Langkah 4

Menconfigurasi IP eth0(default)

[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.
lalu isi dengan :

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
IPADDR=202.169.227.45
BROADCAST=202.169.227.63
NETMASK=255.255.255.192
ONBOOT=yes
USERCTL=no

lalu simpan dengan menekan :wq


Langkah 5

Setting dns resolve

[root@serv root]$ vi /etc/resolve.conf
untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.
lalu isi dengan nameserver dari isp kita tadi :

nameserver 202.168.244.3
nameserver 202.168.244.4

lalu simpan dengan menekan :wq

Langkah 6

konfigurasi IP eth1
[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.
lalu isi dengan :

DEVICE=eth1
BOOTPROTO=static
IPADDR=192.168.0.1
BROADCAST=192.168.0.255
NETMASK=255.255.255.0
ONBOOT=yes
USERCTL=no

lalu simpan dengan menekan :wq


Langkah 7

Setting ip_forwarding dan masquerading.

[root@serv root]$ vi /etc/rc.d/rc.local
untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.
lalu isi dengan :

echo “1? > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
/sbin/iptables -t nat -A POSROUTING -s 192.168.0.0/24 [eth0 -j MASQUERADE


Langkah 8

restart network

[root@serv root]$ service network restart
Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down interface eth1: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]
Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]
Setting network parameters: [ OK ]
Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]
Bringing up interface eth1: [ OK ]


Langkah 9

testing dengan ping ke default gateway 202.169.227.1

[root@serv root]$ ping 202.169.227.1
64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=1 time=15.4 ms
64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=2 time=15.4 ms
64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=3 time=15.4 ms
64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=4 time=15.4 ms
64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=5 time=15.4 ms
64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=6 time=15.4 ms
64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=7 time=15.4 ms
—– 202.169.227.1 ping statistic —–
6 packets transmites, 6 received, 0% packet loss, time 3049ms


Langkah 10

Testing dengan cara ping ip eth1
[root@serv root]$ ping 192.168.0.1
PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=1 ttl=63 time=0.356 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=2 ttl=63 time=0.269 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=3 ttl=63 time=0.267 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=4 ttl=63 time=0.268 ms

— 192.168.0.1 ping statistics —
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 2997ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.267/0.290/0.356/0.038 ms


Langkah 11

Tinggal Setting IP computer client dengan ketentuan di bawah ini :

IP: 192.168.0.2 - 192.168.0.254
GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
DNS1: 202.168.244.3
DNS2: 202.168.244.4

misal :

Client01
===============================
IP: 192.168.0.2
GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
NAMESERVER: 192.168.0.1

Client02
===============================
IP: 192.168.0.3
GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
NAMESERVER: 192.168.0.1

dan seterusnya sesuai banyaknya client,yang berubah hanya IP
untuk client windows maka setting IP di bagian Start Menu/Setting/Control Panel/Network


Langkah 12

setelah di setting ip client, maka
- ping ke 192.168.0.1 dari client,kalau berhasil berarti client dan router nya sudah tersambung.
- ping ke 202.169.227.45 dari client, kalau berhasil maka fungsi masquerading yang terletak di /etc/rc.d/rc/local telah bekerja dengan baik
namun jika tidak bisa maka Anda harus menjalankan fungsi masquerading yang terletak di /etc/rc.d/rc.local dengan cara :
.- anda bekerja menggunakan router yang anda buat tadi.
.- masuk ke account root
.- jalankan perintah berikut ini, tiap akhir perintah akhiri dengan menekan enter :
[root@serv root]# service network restart
[root@serv root]# /etc/rc.d/rc.local
jika sudah, coba ping ping ke 202.169.227.45 dari client
- selanjutnya ping ke default gateway 202.169.227.1 dari client
- ping ke 202.168.244.3 dari client
- ping ke 202.168.244.4 dari client

kalau semua berhasil maka silakan traktir teman-teman ada untuk makan bersama, karena anda telah selesai membuat router.namun sebelum anda makan-makan, restart router anda apakah bisa bekerja dengan baik atau tidak… sebagai ukuran bekerja
baik tidaknya, setelah Anda restart router tersebut kemudian kalau telah hidup dengan sempurne ping ke 202.168.244.3, kalau mendapatkan jawaban “64 bytes from 202.168.244.3 : icmp_seq=1 time=15.4 ms” silakan ajak teman makan-makan tp kalau jawabannya “request time out” maka silakan anda makan dengan cepat dan kembali bekerja dengan mengecek file /etc/rc.d/rc.local dan IP address dari route......

sampai di sini dulu yaa... terima kasih atas kunjungannya......









Photobucket