Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 03, 2010

Kecemburuan Dalam Rumah Tangga Poligami Rosululloh SAW ( bagian 3 )

Perhatikan juga bagaimana Rosululloh SAW mempermaklumkan kejadian yang ada di antara para istri beliau SAW berupa kecemburuan, dengan sabda beliau secara terang-terangan kepada para sahabat yang bertamu di rumah beliau saat itu. Begitulah Rosululloh SAW hendak mempermaklumkan agar apa yang terjadi di antara para istri berupa kecemburuan itu tidak dicela karena memang tidak tercela. Kecemburuan merupakan hal biasa yang terjadi di antara para istri terhadap madunya. Itu muncul sebab dorongan jiwa yang tidak mungkin di tolak

Perhatiakan pula bagaimana bagus dan baiknya akhlak beliau SAW. Keadilan serta kelemahlembutan beliau menghadapi para istri yang saling cemburu. Sedikit pun beliau tidak menghardik 'Aisyah,tidak pula istri beliau yang mengirimkan makanan, meski dengan sedikit ucapan, sebab semua hanyalah kecemburuan
( Fathul Bari,Ibnu Hajar al-Asqolani 7/2301 )

Lebih dari itu,semua menunjukkan betapa mereka semua sama-sama mencintai Rosululloh SAW yang tersirat dalam bentuk yang paling lembut dalam perhatian yang sangat serta kecemburuan mereka untuk Rosululloh SAW
( Hasyiyah as-Sindi alan Nasa'i 7/3950)

Juga diriwayatkan oleh Yahya bin Abdirrohman bin Hathib RA. bahwa 'Aisyah RA. berkata : " Aku mendatangi Nabi SAW membawa bubur berdaging yang telah kumasak buat beliau SAW . Tatkala Nabi SAW berada di antara aku dan Saudah RA. aku katakan kepada Saudah : " Makanlah." Tapi dia enggan. Aku katakan: " Kamu mau makan atau akan kubalurkan ke wajahmu." Dia tetap enggan. Maka aku tempelkan tanganku di bubur tersebut kemudian aku balur wajahnya, sehingga Nabi SAW pun tertawa ( kepadaku ). Lalu beliau meletakkan ( bubur tersebut ) untuknya ( Saudah RA ) seraya berkata: " (Sekarang ganti ) balurlah wajahnya." Dan tertawalah Nabi SAW kepadanya ( Saudah ). Tiba-tiba lewatlah Umar RA. sambil menyeru : " Wahai Abdulloh, wahai abdulloh ( yakni anaknya )." Beliau menyangka bahwa dia akan masuk,sehingga beliau SAW bersabda :" Berdirilah kalian berdua,lalu basuhlah wajah kalian." 'Aisyah berkata : " Terus-menerus aku segan terhadap wibawa Umar karena kewibawaan Rosululloh SAW
( HR Abu Ya'la al-Mushili dalam Musnadnya 4/261 dengan sanad hasan )





Adsense Indonesia





Selasa, Maret 02, 2010

Kecemburuan Dalam Rumah Tangga Poligami Rosululloh SAW ( bagian 2 )

Lalu Nabi SAW pun mengumpulkan dua pecahan piring dan mengumpulkan makanannya di dalamnya,seraya berkata: " Ibu kalian cemburu." Lalu beliau menahan pelayan tersebut sehingga diberilah ia piring milik istri yang beliau ada di rumahnya,dan menyerahkan piring yang utuh kepada yang punya piring yang dipecahkan,dan menahan yang pecah di rumah istri yang ( piring tersebut) pecah di sana.( HR. al-Bukhori 5225 )

Istri Nabi yang mengirimkan makanan ialah Zaenab binti Jahsy RA,sedangkan yang memecahkan piring ialah ' Aisyah RA. ( Fathul Bari, Ibnu Hajar al-Asqolani 7/2301)

Kisah serupa seperti yang diriwayatkan oleh imam an-Nasa'i ,dari ummul mukminin Ummu Salamah RA.,bahwa dia datang kepada Rosululloh SAW yang sedang bersama beberapa sahabat beliau,dengan membawa makanan di sebuah piring miliknya. Maka datanglah 'Aisyah dalam keadaan bersarungkan sebuah selimut lebar sambil membawa batu sebesar genggaman tangan lalu ia memecahkan piring tersebut dengannya. Maka Nabi SAW pun mengumpulkam dua belah pecahan piring tadi seraya bersabda: " Makanlah,ibu kalian sedang cemKburu." Beliau mengucapkan dua kali. Kemudian Rosululloh SAW mengambil sebuah piring 'Aisyah dan mengutus seseorang untuk membawanya ke Ummu Salamah ( yang pecah buat 'Aisyah RA.) ( HR. an-Nasa'i 3973,dishohihkan oleh al-Albani dalam Irwaul Gholil 5/360 )

Perhatikanlah kisah dalam dua hadits di atas. Pada hadits pertama di atas hanya disebutkan julukan kemuliaan saja,yaitu ummul mukminin,tidak disebutkan nama mereka. Hal ini untuk mempermaklumkan kecemburuan yang ada di antara mereka dari salah satu mereka terhadap salah satu yang lainnya.para madunya, dari para istri Rosululloh SAW yang mulia

BERSAMBUNG.................






Adsense Indonesia





Senin, Maret 01, 2010

Kecemburuan Dalam Rumah Tangga Poligami Rosululloh SAW

Sesuatu yang telah dimaklumi bersama bahwa Rosululloh SAW hidup di dalam rumah tangga poligami. Namun apakah juga telah dimaklumi bahwa di rumah-rumah para istri Rosululloh SAW juga terdapat kecemburuan ?



Semoga beberapa riwayat berikut ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi pasutri yang hendak hidup di dalam rumah tangga poligami maupun bagi pasutri yang telah beberapa waktu mengarungi rumah tangga poligami,khususnya tentang bagaimana mengelola kecemburuan.


Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dalam Shohih-nya,dari ' Aisyah RA.bahwa dia berkata: " Aku tidaklah cemburu terhadap salah seorang istri Rosululloh SAW sebagaimana kecemburuanku terhadap Khidijah RA. Yang demikian itu sebab seringnya Rosululloh SAW menyebutnya dan memujinya. Telah diwahyukan kepada Rosululloh SAW agar beliau memberinya kabar gembira dengan sebuah rumah miliknya kelak di surga yang terbuat dari pipa-pipa batu permata," (HR. al-Bukhori 5229)


Perhatikan bagaimana 'Aisyah RA,cemburu terhadap Khodijah RA. meski dia sudah tiada dan tak lagi bersamanya di sisi Rosululloh SAW. Namun seringnya Rosululloh SAW menyebut dan memujinya merupakan penetapan besarnya cinta Beliau SAW kepada Khodijah RA. Perhatikan pula bagaimana ROSULULLOH SAW memaklumi 'AISYAH RA. atas kecemburuannya tersebut yang merupakan sifat bawaannya (Fathul Bari,Ibnu Hajar al-Asqolani 15/4828)


Juga diriwayatkan oleh al-Bukhori,dari Anas RA,berkata, " Adalah Nabi SAW berada di ( rumah) salah seorang istri beliau. Maka salah seorang UMMAHATUL MUKMININ ( para istri Nabi yang lain) mengutus ( seorang pelayan ) dengan sepiring makanan. Maka ( istri) yang Nabi berada di rumahnya menampar tangan pelayan tersebut sehingga piring pun jatuh tertelungkup dan pecah ( menjadi dua bagian)
BERSAMBUNG.............






Adsense Indonesia





Selasa, Februari 16, 2010

Lanjutan cerita ASAL-USUL KERAHIBAN dalam AGAMA NASRANI

ASSALAMUALAIKUM WR. WB.


Sebagian lain mengatakan: " Bangunkan untuk kami sebuah biara di tempat terpencil,yang ( di tempat itu) kami akan menggali sumur,menanam sayuran,dan kami tidak akan ikut campur urusan kalian."

Maka setelah itu setiap kabilah(kelompok orang beriman) memiliki keturunan dan kaum tersendiri. Dan atas merekalah turun ayat Alloh SWT: QS.al- Hadid [57] : 27

(................Dan mereka mengada-adakan rohbaniyyah (kerahiban) padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhoan Alloh, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya.............)

Sehingga (setelah zaman berganti) manusia berkata: "Kami akan (mencontoh cara) beribadah sebagaimana ibadahnya si fulan, dan kami akan mengembara sebagaimana mengembaranya si fulan,dan kami juga akan membangun biara sebagaimana si fulan." Padahal mereka ketika itu berada pada kesyirikan. Mereka tidak mengetahui keimanan orang-orang terdahulu yang mereka ikuti tersebut

Tatkala Alloh A'za wajalla mengutus nabi-Nya yang mulia (Muhammad SAW) tidaklah tersisa dari golongan mereka (orang-orang yang beriman kepada Taurat dan Injil) kecuali sedikit. Turunlah seorang laki-laki dari menara tempat ibadahnya, dan datanglah seorang laki-laki dari pengembaraannya,serta keluarlah pemilik biara dari biaranya lalu mereka beriman dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW dan membenarkan beliau. Maka Alloh SWT berfirman : QS. al-Hadid [57] : 28

( Hai orang-orang yang beriman (kepada para rosul), bertakwalah kepada Alloh dan berimanlah kepada Rosul-Nya,niscaya Alloh memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian.........)

Dua pahala disebabkan keimanan mereka kepada Isa bin Maryam AS, kepada Taurat dan Injil, dan keimanan mereka kepada Muhammad SAW serta membenarkan beliau. QS.al-Hadid [57]: 28

(..........Dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu berjalan...........)


Dan mengikuti Nabi Muhammad SAW
QS. al-Hadid [57] : 29

(Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli kitab mengetahui..........)

Dan akhirnya mereka dapat mencontoh kalian
QS.al-Hadid [57]: 29

(.........Bahwa mereka tiada mendapat sedikit pun akan karunia Alloh ( jika mereka tidak beriman kepada Muhammad)





Kisah di atas diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i dalam Sunan-nya: 8/231, bersumber dari Sahabat Ibnu Abbas RA. secara mauquf. Al-Albani berkata tentang riwayat ini: " Shohihul isnad mauquf." (Shohih Sunan an-Nasa'i : 3/438 no.5415



Adsense Indonesia





Senin, Februari 15, 2010

ASAL USUL KERAHIBAN DALAM AGAMA NASRANI

 ASSALAMUALAIKUM  WR. WB.

Yang dimaksud dengan kerahiban(rohbaniyyah) ialah perilaku orang-orang untuk tidak beristri atau tidak bersuami dan mengurung diri dalam biara

Agama Nasrani diturunkan ALLOH SWT kepada Nabi Isa AS sebelum masa diutusnya Nabi Muhammad SAW.Al-Qur'an menetapkan bahwa Isa bin Maryam AS adalah seaorang nabi dan rosul yang diutus pada umat sebelumnya dengan membawa kebenaran

Biara dan kuil termasuk bagian dari perjalanan agama Nasrani.Bangunan ini sekarang digunakan penganut ajaran Nasrani untuk menjauhkan diri khalayak,meninggalkan segala kenikmatan dunia,tidak beristri atau tidak bersuami dan sebagainya.Namun bagaimanakah aqidah orang-orang yang ada di dalamnya? Benarkah ini bagian adri ajran Taurat dan Injl ? Semoga kisah berikut dapat memberi jawabannya.Walohu A'lam.

ALKISAH

Imam an-Nasa'i meriwayatkan sebuah kisah dari sahabat Ibnu
Abbas RA bahwasanya beliau mengatakan:


Setelah Isa bin Maryam AS diangkat,para raja mengubah-ubah Taurat dan Injil.Namun demikian,masih ada sebagian orang-orang yang beriman yang membaca kitab Taurat(asli)
Lalu(orang-orang yang menyimpang) berkata kepada raja-raja mereka itu : "Kami tidak menjumpai suatu celaan yang lebih menghinakan daripada celaan mereka (orang-orang yang beriman kepada Taurat) terhadap kami,karena mereka selalu membaca ayat :

"BARANG SIAPA YANG TIDAK MEMUTUSKAN MENURUT APA YANG DITURUNKAN ALLOH,MAKA MEREKA ITU ADALAH ORANG-ORANG YANG KAFIR: QS.al-Ma"idah[5]: 44)

Dengan ayat -ayat yang mereka baca tersebut mereka menghina kami sebab perbuatan-perbuatan yang kami lakukan. (Sebab itu) panggillah mereka dan perintahkan kepada mereka untuk membaca (Taurat) seperti yang kami baca dan mengimani sebagaimana yang kami imani."

Kemudian para raja memanggil mereka (orang-orang yang beriman dengan Taurat) dan mengumpulkan mereka serta mengancam akan metreka semua,kecuali kalau mereka kalu mereka mau meninggalkan pembacaan kitab Taurat dan Injil serta beralih pada kitab yang telah mereka ubah.
Lalu mereka (orang-orang yang beriman) berkata : "Apa yang kalian inginkan dari hal itu ? Biarkanlah kami ( tetap hidup,Red)."
Sebagian yang lain berkata " Bangunkanlah untuk kami sebuah menara yang tinggi dan biarkanlah kami tinggal menyendiri di sana, lalu berilah kami tangga yang dapatv membawa makanan dan minuman untuk kami.dan kami tidak akan mengganggu urusan kalian."
Sebagian yang lain berkata : " B irkanlah kami berpetualag di muka bumi ini.Kami akan makan dan minum seperti halnay makan dan minumnya binatang buas. Apabila kalian masi menjumpai kami berada i daerah kawasan kalian, bunuhlah kami."


bersambung.................

WASSALAMUALAIKUM



Adsense Indonesia





Minggu, April 13, 2008

JOMBLO LEBIH ASIK.........?


Mungkin jaman sekarang ada anak yang jomblo dapat dibilang cupu,kuper ataulainnya.Apalagi sekarang ini banyak anak SMP yang sudah punya pacar. Katanya sich buat nambah semangat belajar. Padahal bisa jadi itu cuma alasan agar diperbolehkan untuk pacaran.
Secara umum dapat dibilang dapat mengganggu konsentrasi belajar. Mengapa bisa begitu??Karena saat kita enak-enaknya belajar terkadang ada telepon atau sms dari sang do',sehingga mau nggak mau kita harus ngangkat atau balas smsnya.
Selain itu secara pribadi pernah nggak kamu sadar kalau pacaran dapat merusak persahabatan.Jika kita pacaran otomatis jika ada waktu luang pasti kita lebih memilih menghabiskan waktu dengan si do'i daripada dengan sahabat ,sehingga kedekatan kita dengan sahabat berkurang.
Pendapat lain menyatakan bahwa kalau kita berpacaran,kita nggak bisa bebas bergaul dengan lawan jenis.Karena kita takut si do'i akan jelous.pdahal bisa jadi kita berteman dengan alasan tertentu misalnya ingin tahu kesukaan sido'i & apa yang dibenci si do'i.curhat dengan lawan jenis lebih asik dari pada dengan sesama.
Jadi buat yang jomblowan dan jomblowayi jangan takut,karena kita akan terbatas dari masalah-masalah diatas.Tentunya jomblo lebih asik donk!!!!!!!!!!




Jumat, April 11, 2008

hukum islam tentang berpacaran

pacaran, suatu hal yang tidak asing ditelinga kita.Para pelajar menganggap pacaran adalah suatu hal yang biasa.Mereka berpikiran dengan berpacaran semangat belajar mereka akan meningkat padahal ,gara-gara berpacaran mereka harus mengorbankan belajar mereka,persahabatan,dll.Didalam islam dijelaskan bahwa"barang siapa yang masih menuntut ilmu sudah berani berpacaran,ingat-ingatlah, ilmu yang dia tuntut sejak kecil hingga sekarang tidak akan berguna untuk dirinya danorang lain,baik didunia maupun diakhirat".Ada juga yang kelak dia besar dia menjadi orang yang berhasil tapi hidupnya,hartanya semua yang dia miliki tidak barokah.Bagaimana tidak rugi kita sebagai pelajar kita meluangkan waktu untuk belajar,mengeluarkan biaya yang mahal untuk bersekolah tapi hasilnya musnah hanya karna kita berpacaran.