Tampilkan postingan dengan label java. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label java. Tampilkan semua postingan

Kamis, Januari 28, 2010

sejarah pemrograman java

Kelahiran bahasa Java dimulai tahun 1991. Bahasa Java merupakan proyek penelitian Sun Microsystems yang diberi nama kode Green. Proyek ini bertujuan membangun sebuah sistem yang memungkinkan komputer berperan dalam peralatan rumah tangga. Fokus pertama proyek adalah pada TV kabel yang disebut set-top box. Idenya adalah agar para pengguna televisi dapat memesan film, membeli barang dan sebagainya melalui televisi.

Untuk menjalankan proyek tersebut Sun merencanakan untuk membangun sebuah sistem operasi yang dibangun dengan bahasa C++. Akan tetapi James Gosling (salah seorang anggota tim proyek) merasa tidak puas dengan bahasa C++. Akhirnya Ia membuat sendiri bahasa pemrograman baru yang diberi nama Oak. Nama tersebut diambil dari nama pohon yang terlihat dari jendela kantornya. Oak dibuat berdasarkan pada syntax bahasa C++. Namun Oak lebih sederhana dari C++, lebih stabil dan lebih mendukung network-programming. Selain itu Oak dibuat murni object-oriented. Bahasa Oak dibuat sebagai bahasa yang tidak terikat pada satu platform (cross-platform atau multi-platform). Tahun 1994, proyek Green diperbesar oleh Sun menjadi proyek FirstPerson. Tapi proyek tersebut gagal akibat penolakan pasar terhadap ide TV interaktif.

Pada saat itu Internet memulai sejarah baru dengan WWW (World Wide Web). Browser GUI pertama adalah Mosaic. Sun melihat celah lain dalam dunia Web. Sun merasa bahasa Oak yang multi-platform serta ditujukan untuk pemrograman interaktif dan distributed sangat cocok untuk dunia Web.

Tahun 1995, nama Oak diganti dengan nama Java karena ada produk lain yang telah mematenkan nama tersebut. Pemilihan nama ini (yang dikenal oleh para pekerja Sun sebagai nama jenis kopi) sama sekali tidak didasarkan atas kedekatan mereka dengan Indonesia atau pulau (atau orang) Jawa. Nama Java dipilih mengalahkan nama-nama lainnya, sekedar karena mereka merasa bahwa nama ini sangat bagus (“cool” menurut bahasa anak muda sekarang). Bersamaan dengan lahirnya nama Java ini, Sun juga mengganti nama web-browser mereka menjadi HotJava (semula bernama WebRunner). Sun kemudian mengumumkan bahasa Java sebagai bahasa yang mampu menjalankan Web secara interaktif dan aman.

Pada pertengahan tahun 1995, Netscape mengumumkan akan mengadopsi Java di dalam browser mereka. Kemudian, Java (pada tahun-tahun itu) secara de-facto menjadi bahasa standar di dunia maya Internet. Perkembangan Java dipermudah lagi dengan tersedianya JDK (Java Development Kit) di situs milik Sun yang dapat di-download gratis. Akhir tahun 1995, IBM dan Microsoft memutuskan untuk membeli lisensi Java untuk dipakai dalam teknologi mereka.



Adsense Indonesia





Kamis, Desember 24, 2009

Java Platform EE 6 Sudah Tersedia


Familiar dengan bahasa Java? Inilah salah satu bahasa pemprograman paling banyak dipakai di dunia. Bahasa ini tidak hanya dipergunakan oleh kalangan pengembang biasa, tetapi juga oleh pelaku industri. Tentu saja platformnya dibedakan. Untuk segmen ini, tersedia Java Platform Enterprise Edition (EE). Tujuan penggunaannya antara lain untuk pengembangan dan penggunaan aplikasi berbasis web kelas enterprise. Software development kit (SDK) Java EE sampai saat ini sudah diunduh lebih dari 18 juta kali dengan dukungan dari 28 pemegang lisensi yang memasarkan produk-produk yang kompatibel dengan Java EE.

Kemarin (22/12), Sun Microsystems sebagai pihak pengembang Java baru meluncurkan Java EE 6, versi paling anyar dari platform ini. Java EE 6 memuat banyak feature baru untuk meningkatkan fleksibilitas platform. Salah satunya, Java EE 6 memperkenalkan Profiles yang menargetkan modifikasi pada skenario aplikasi khusus. Di dalamnya terdapat Web Profile, feature ringan yang dirancang untuk secara istimewa memenuhi skenario penggunaan aplikasi web yang mungkin tidak membutuhkan fungsi penuh platform Java EE yang lebih besar.

Dengan peningkatan signifikan terhadap spesifikasi yang ada serta pengenalan teknologi Enterprise JavaBeans (EJB) 3.1 Lite, Web Profile memudahkan para pengembang web dengan cepat dan mudah membuat aplikasi tanpa harus membangun dan mengelola “custom stack”. Selain itu, Java EE 6 mendefinisikan feature ekstensibilitas sebagai sebuah cara untuk merangkul dan mendukung inovasi dan komunitas eksternal serta memudahkan mereka untuk “plug in” ke platform.

Java EE 6 menghadirkan kemudahan penggunaan dan peningkatan produktivitas sambil tetap mempertahankan backwards compatibility Java EE 5, dengan beragam pilihan manfaat implementasi. Implementasi rujukan Java EE 6 diambil dari proyek open source GlassFish. Platform Java EE dan spesifikasi teknologi intinya terus dikembangkan melalui Java Community Process (JCP) bersama beragam komunitas open source. JCP adalah sebuah upaya komunitas bersama, meliputi perusahaan dan organisasi besar terkemuka di industrinya (termasuk Apache, Caucho, Eclipse, Fujitsu, Google, HP, IBM, Oracle, Red Hat dan SAP AG) serta anggota komunitas independen.

Jika ingin mengunduh paket Java EE 6 lengkap dengan rujukan Java EE 6, TCK, dan SDK-nya, silakan mengunduhnya secara gratis di alamat: http://java.sun.com/javaee/downloads/index.jsp.

Adsense Indonesia