Rabu, Januari 20, 2010

2010, Komputasi Awan Kian Penting

Sejak tahun 2009, NetApp telah menjadi salah satu pelopor infrastruktur komputasi awan (cloud computing), terutama dari sisi storage. Solusi ini memang telah diakui dapat memberi efisiensi dalam memenuhi kebutuhan kapasitas TI. Keterbatasan dana memaksa perusahaan untuk memindahkan proses bisnis serta data-datanya ke pihak ketiga. Tak cukup anggaran guna membeli infrastruktur baru.

Berdasarkan prediksi IDC, tahun 2010 bakal menandai kematangan komputasi awan. Selama ini masalah yang muncul ialah ketidakpercayaan terhadap keamanan dan kehandalan komputasi awan karena semua data penting disimpan di server pihak ketiga. Akan tetapi demi meraih pangsa pasar yang lebih luas, mau tak mau penyedia “awan” seperti Amazon, Yahoo!, dan Google akan berlomba-lomba memberikan layanan yang dijamin 99,999% uptime dan bisa diakses setiap saat.

Perhatian ekstra terhadap faktor keamanan dan privasi serta ketatnya persaingan antara penyedia "awan" hanyalah dua dari 10 tren komputasi awan yang diungkapkan NetApp. Dalam rilis persnya, mereka menyebutkan secara lebih lengkap. Kesepuluh tren tersebut yaitu:

1. Kemudahan pengelolaan komputasi awan menjadi kunci sukses
2. Seleksi alam dimulai di ranah penyedia jasa "awan"
3. Keamanan multitenant menjadi syarat utama
4. Perusahaan perlu memahami cara standardisasi, konsolidasi, dan virtualisasi lingkungan TI mereka
5. Masalah keamanan dan privasi lebih diperhatikan
6. Penetapan SLA (Service Level Agreement) menjadi penting untuk mengukur kinerja TI secara efektif
7. Departemen TI perusahaan akan dinilai dari perbandingannya dengan penyedia "awan"
8. Arsitektur komputasi awan akan didorong oleh standardisasi (Ethernet), virtualisasi (server & storage), dan efisiensi (aset, operasional, lingkungan)
9. Perusahaan bergerak ke arah infrastruktur bersama, berdampingan dengan infrastruktur silo
10. Platform-as-a-Service (PaaS) bakal jadi fokus utama berkat peluncuran Azure

Di atas kertas, prediksi ini merupakan sesuatu yang wajar dan serupa dengan analisis IDC. Namun apakah Indonesia sudah siap mengimplementasikannya? Menarik untuk kita tunggu perkembangannya bersama.



sumber : http://infokomputer.com
Adsense Indonesia





Tidak ada komentar:

Posting Komentar